KKN UNS di Kelurahan Kadipiro

Surakarta – Kadipiro tumbuh sebagai daerah pembangunan perumahan dan industri. Kadipiro merupakan salah satu kelurahan terbesar dilihat dari luas wilayah dan jumlah penduduknya. Data pekerjaan utama masyarakat dalam persentase yaitu sektor informal 15%, pedagang 30%, buruh 35%, dan lain-lain 20%. Data dari kecamatan Banjarsari bahwa angka kemiskinan Kadipiro yaitu 14%. Dari sisi pendidikan kelurahan Kadipiro memiliki angka putus sekolah sebesar 7%, lebih tinggi dari rata-rata kecamatan sebesar 5%. Selain itu minimnya jumlah sekolah di Kadipiro juga perlu ditingkatkan untuk mendukung pembangunan.

Melihat situasi tersebut, mahasiswa-mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kota Surakarta. Berlokasi di enam kelurahan yaitu Mojosongo, Mojo, Sangkrah, Joglo, Banjarsari, dan Kadipiro sendiri. Tahun ini pihak Bapppeda kota Surakarta menggandeng mahasiswa UNS dengan tema KKN “Pemutakhiran Data Kemiskinan”, sehingga terdapat beberapa program utama KKN merupakan program titipan dari Bappeda Kota Surakarta.

“Program kerja KKN UNS khususnya kelurahan Kadipiro terbagi menjadi dua yaitu program kerja utama dan program kerja pendukung atau tambahan,” papar Aditya yang merupakan koordinator KKN UNS kelurahan Kadipiro, Selasa (20/08/2019).

Beberapa program titipan dari Bapppeda sebanyak tiga program kerja yaitu uji publik yang telah dilaksanakan di awal KKN. Uji publik dihadiri oleh beberapa perangkat kelurahan, ketua TPK Kelurahan, ketua RW, tokoh masyarakat, dan keamanan setempat. Acara berlangsung dengan diskusi dan mendapat feedback yang sangat baik dari para ketua RW.

Setelah uji publik berlangsung verifikasi rumah tangga dan rekapitulasi data kemiskinan dapat dilaksanakan. Secara teknis mahasiswa UNS didampingi oleh petugas TPK Kelurahan melakukan survei ke rumah-rumah warga. Berkeliling dari satu rumah ke rumah yang lain untuk memverifikasi data yang ada dalam p nol gakin yang belum termuat dalam SK Walikota Surakarta. Ketua RT masing-masing daerah menyambut baik dan bersedia untuk ikut mendampingi ke setiap rumah warga.

Rangkaian selanjutnya yaitu sinkronisasi dan pelaporan data yang dikerjakan dengan mengentry atau input data yang telah disurvei ke website e-sik Surakarta. Tugas mahasiswa hanya memasukkan data yang ada sesuai dengan fakta di lapangan. Penentuan gakin sendiri berdasarkan kriteria yang banyak oleh program. Data yang sudah disurvei dan diinput dilaporkan perkembangannya kepada lurah Kadipiro dan Bapppeda Surakarta.

Sosialisasi sistem informasi dilakukan dengan memberikan materi pelatihan kepada staff kelurahan Kadipiro secara teknis untuk pembuatan web dan mengisi konten. Ketua RW ikut berpartisipasi langsung dalam sosialisasi untuk melakukan sounding kepada warga Kadipiro bahwa kelurahan telah memiliki sistem informasi sehingga dapat mempermudah beberapa aktivitas seperti informasi persyaratan pengurusan berkas. Dan menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) “Ngipang Baru Mekar” untuk dikenalkan kepada warga lewat web kelurahan Kadipiro.

Selain itu, KKN UNS Kelurahan Kadipiro juga melakukan sosialisasi pemberdayaan UMKM Aneka Olahan Keripik oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) “Ngipang Baru Mekar”. Untuk memberdayakan warga dengan tanam aneka sayur, buah, dan budidaya ikan lele. Kumpulan warga yang telah berbadan hukum ini memiliki potensi ekonomi yang cukup baik. Hanya masih diperlukan promosi dan pemasaran produk yang lebih luas lagi.

KKN UNS juga memiliki fokus pada pendidikan, beberapa program kerja pendukung terdiri dari sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat dan pendidikan karakter anak. Sosialisasi PHBS dilaksanakan di SD Negeri Banyuagung III dan diterima baik oleh pihak sekolah. Anak-anak juga terlihat sangat antusias dalam mengikuti sosialisasi dan praktek gosok gigi yang baik dan benar.

Pendidikan karakter anak dilakukan di Rumah Mengajar Bersama Banyuagung dengan beberapa volunteer dari Solo Mengajar. Pendidikan karakter dilaksanakan dua kali dalam seminggu, yaitu pada hari Selasa dan Jumat tanpa dipungut biaya apapun. Mahasiswa mendampingi anak-anak dalam belajar seperti apabila ada masalah dalam mengerjakan tugas rumah, membaca dongeng anak, dan bermain bersama.

Yang terakhir yaitu senam lansia warga yang dilaksanakan di RW Ngipang pada hari Minggu pagi. Dilanjutkan dengan cek tensi dan menimbang berat badan, di sela menunggu antrean mahasiswa melakukan penyuluhan hidup sehat untuk lansia dan cara mengisi waktu yang produktif untuk usia lanjut.

Leave a Comment